Desa Adat Ratenggaro Sumba

“Halo kakak” “kakak minta permen” “kakak ganteng banget” kira-kira kalimat itu yang saya dengar saat pertama kali menginjakan kaki di Desa Ratenggaro, sebuah desa kecil di Sumba yang masih sangat kental dengan adat dan budaya.

Di desa/kampung ini terdapat kuburan batu para raja, leluhur, dan warga ratenggaro. Bentuk makam batu di desa ini tidak seperti makam pada umumnya, makam batu dibuat bertingkat dan tulisan yang di pahat langsung di batu. Kami tidak menampilkan foto dan membahas makam ini lebih jauh, takut kualat. Jadi buat yang mau tau lebih jauh tentang makam ini, langsung tanya sama warga setempat aja ya, mereka lebih berkapasitas buat cerita. 😀

desa adat rotenggaro

kiri warga setempat, tengah wisatawan, kanan perwakilan dari dinas pariwisata

Selain kuburan batu, salah satu daya tarik dari desa ini adalah rumah adat yang atapnya seperti kerucut, tinggi rumah ini bisa mencapai 20 meter, semakin tinggi rumah biasanya semakin tinggi juga status sosialnya. Umumya rumah ini terbuat dari bambu yang terbagi menjadi 3 sampai 4 bagian. Bagian paling bawah untuk hewan ternak (seperti kandang), tingkat kedua sebagai rumah tinggal, tingkat ketiga sebagai lumbung untuk menyimpan hasil panen, dan tingkat terakhir sebagai tepat memasak.

contoh rumah adat rotenggaro

Rumah Adat Ratenggaro

Warga dan anak-anak di sini bisa dikatakan terbuka dengan wisatawan, bahkan saya tidak sekali mendengar kalimat “ayo kakak kita foto bareng, biar kampung kita terkenal”. Sayangnya dibalik keceriaan anak-anak di sini kami juga mendengar kalimat “kakak minta uang untuk beli buku, beli pensil”, sebetulnya mendengar kalimat tersebut ingin sekali rasanya memberikan uang, namun pesan dari warga lokal adalah tidak disarankan memberi uang karena takut jadi kebiasaan dan membuat wisatawan tidak nyaman. Jadi, jika ingin memberi bantuan bawalah buku bacaan, permen, baju layak pakai, atau snack. Jangan bawa prosotan ya, ribet soalya. :p

anak desa rotenggaro

liat senyumnya saat dikasih permen

anakanak desa rotenggaro

Tetap semangat ya adik-adik.

Kalopun teman-teman ada yang mau memberi uang, cobalah untuk menggunakan jasa naik kuda yang ditawarkan oleh anak-anak di desa ini.

kuda di desa rotenggaro

anak ini menawarkan naik kuda keliling desa

Banyak sekali cerita tentang adat dan budaya Sumba yang kami dapat dari warga desa ini, semoga teman-teman bisa segera mengunjungi Sumba ya. Karena Indonesia tidak cuma Bali. Kalo karena kamu cuma satu adalah judul lagu Naif. :p